Tugas Ke-8 ISD Integrasi & Pertentangan Sosial

 5 Faktor Penghambat Integrasi Nasional yang Bisa Memecah-Belah Bangsa 

      

Dream – Integrasi nasioanl secara umum merupakan penyatuan atau pembaruan suatu bangsa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. 

Integrasi nasional secara politis, dimaknai sebagai penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk identitas nasional. 

Integrasi nasional memproyeksikan sebuah proses persatuan dari wilayah yang mempunyai perbedaan. Perbedaan itu ialah segala bentuk latar belakang budaya, suku, etnis, hingga latar belakang ekonomi. 

Segala perbedaan tersebut sudah semestinya dianggap sebagai rahmat Tuhan. Akan tetapi ternyata perbedaan tidak serta merta membuat masyarakat sadar akan persatuan. Perbedaan itu bisa menjadi ancaman bagi bangsa. 

Sudah saatnya kita mengetahui apa saja faktor penghambat integrasi nasional. Sebab dengan berbagai konflik di masyarakat saat ini menggambarkan kesatuan dan persatuan Indonesia sedang berada dalam ambang kehancuran. 

Dengan mengetahui berbagai faktor penghambat integrasi nasional, kita bisa menjauhi berbagai macam kemungkinan terburuk yang menyerang. 


  1. Masyarakat Indonesia yang Heterogen 

Faktor penghambat integrasi nasional yang pertama adalah heterogenitas masyarakat Indonesia mulai dari terdiri dari beragam kelompok, suku, agama, ras, dan golongan lainnya. 


  1. Kewilayahan Indonesia yang Luas 

Faktor penghambat integrasi nasional yang kedua adalah wilayah Indonesia yang cukup luas. Wilayah negara yang terlalu luas justru malah bisa menjadi faktor penghambat integrasi nasional. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan dipisahkan lautan yang luas. 


  1. Paham Etnosentris 

Faktor penghambat integrasi nasional yang ketiga adalah adanya paham etnosentrisme. Paham ini adalah fanatisme suku bangsa tertentu yang mempersepsikan kebudayaan yang dimiliki lebih baik dari kebudayaan lainnya. 

Etnosentrisme yang berkembang di masyarakat bisa menjadi ancaman bagi persatuan bangsa. Sebab mereka sulit mengakui kebudayaan dari suku lainnya, dan menganggap bahwa kebudayaan yang dimiliki lebih baik dari suku lainnya. 


  1. Pembangunan yang Tidak Merata 

Faktor penghambat integrasi nasional keempat adalah pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak merata. Wilayah Indonesia yang sangat luas ini memunculkan ketimpangan pembangunan. 

Daerah tertentu mendapat perhatian penuh terhadap pembangunan, namun daerah lainnya kurang mendapat perhatian terhadap pembangunan daerahnya. Hal inilah yang memunculkan kecemburuan sosial dan rasa tidak puas bagi sebagian pihak. 


  1. Budaya Indonesia Tergerus Globalisasi 

Faktor penghambat integrasi nasional yang kelima adalah tergerusnya budaya asli Indonesia akibat pengaruh globalisasi. 

Lemahnya nilai-nilai budaya Indonesia terjadi akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. 

Masyarakat Indonesia semakin tidak mengetahui budaya aslinya dan mengikuti budaya asing yang tidak cocok. Hal ini bisa memunculkan perpecahan di masyarakat yang mengancam integrasi nasional. 

 

Menurut analisa saya, Penghambat integrasi ini adalah salah satu penghambat indonesia menjadi negara maju, dikarenakan konsep integrasi nasional yang mencakup bagaimana mempersatukan rakyat dengan pemerintah yang hubungannya terintegrasi secara vertikal. Konsep ini mencakup bagaimana menyatukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 


Opini saya, Menurut saya indonesia hanya butuh mencakup bagaimana menyatukan rakyat Indonesia yang tingkat kemajemukannya cukup tinggi. Bagaimana membangun identitas kebangsaan yang sama, meski masyarakat memiliki jati diri golongan, agama, etnis, dan lain-lain yang berbeda. 

Referensi : https://www.dream.co.id/news/5-faktor-penghambat-integrasi-nasional-yang-bisa-memecah-belah-bangsa-2009164.html 

 

 

Hindari Konflik Sosial, Ridwan Kamil Minta Pusat Salurkan Bansos lewat Satu Pintu 

       

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat menyalurkan seluruh bantuan sosial melalui satu pintu untuk mencegah konflik sosial. 
 
Dalam rapat video conference dengan Presiden Joko Widodo, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil mengungkapkan penyaluran bansos bagi warga terdampak pandemi virus Corona (COVID-19) malah menimbulkan konflik sosial. 

Ini terjadi karena banyak terjadi dinamika di lapangan. Masyarakat kebingungan karena bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak datang bersamaan. 

 

Menurut Analisa saya, Banyak kementerian dengan caranya sendiri sehingga membingungkan masyarakat. Ada yang kebagian duluan, ada yang telat, bahkan ada yang menyangka tidak akan kebagian akhirnya menyalahkan RT/RW hingga demo dan sebagainya  


Opini saya, Agar konflik sosial dapat dihindari, Kang Emil harus meminta penyaluran bansos baik dari pemerintah pusat maupun daerah dilakukan melalui satu pintu. Penyaluran dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 


Referensi : https://daerah.sindonews.com/read/10255/701/hindari-konflik-sosial-ridwan-kamil-minta-pusat-salurkan-bansos-lewat-satu-pintu-1588064694 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS ISD WARGA NEGARA & NEGARA

Rangkuman ISD Pengetahuan, teknologi dan kemiskinan